Selasa, 23 September 2014

Cerita Cinta Kita

Bertahun-tahun kita mempertahankan cinta ini...
Bertahun-tahun pula aku belajar untuk melupakan mu kasih,
Terlalu banya kenangan manis maupun pahit yang kita jalani bersama...
Namun semuanya harus berakhir karena keegoan ku...
          Maaf kan aku kasih...
Bukan maksutku untuk melukai perasaan mu...
Namun waktulah yang mengharuskan aku melakukan semua ini
Aku sadar ini tak adil bagi mu...
Tapi mengertilah bahwa sebenarnya aku masih sangat mencintaimu...
Dengan mu aku mengerti arti mencintai dan dicintai
Dengan mu aku menghabiskan banyak waktu
Dan dengan mu pula aku membagi sebagian cerita hidup ku
          Aku tau kau mencintai ku bukan karena nafsu
          Tapi benar-benar ingin menjalin hubungan dengan ku
Mungkin suatu saat nanti aku akan menyesal karena melepaskan mu
Mungkin pula aku tak akan pernah menerima cinta yang sama seperti yang kau berikan kepada ku...
Cerita cinta yang kita lalui ini hanya menjadi rahasia kita berdua
Tanpa satu orang pun yang mengetahui apa saja yang pernah kita lakukan...
Biarkan cerita ini hanya menjadi kenangan....
Biarkan semua orang menilai apa tentang apapun yang dulu pernah kita lakukan
Yang penting kita tak pernah melakukan apapun yang mereka tuduhkan...
Karena ALLAH yang akan menjadi saksi dari kebenaran yang sebenarnya.


Karya : Yulita Susanti

Doa Seorang Anak



Doa Seorang Anak

Ya Allah. . . .
Dalam sujud ku, aku selalu berharap
Untuk kebahagiaan ayah-ibu ku
Ya Allah yaa Tuhan ku. . .
Berikanlah hambaMu ini kesempata
Berikanlah hambaMu ini waktu
Untuk dapat membahagiakan ayah-ibu ku....!!!
Saat aku menggenggam sebuah cita. . . .
Aku ingin mereka tersenyum bangga
Saat aku dapat menggapai sebuah mimpi
Sebuah mimpi yang menjadi harapan mereka
Sebuah cita-cita yang mereka minta untuk anak-anaknya
          Ya Allah...
          Dalam kidung doa ku ini. . . .
          Semoga menjadi titik terang untuk hidup ku
          Agar selalu ingat akan misi2 awal ku
          Untuk menghadirkan senyum di wajah ayah-ibu ku




Karya : Yulita Susanti

Kamis, 11 September 2014

PEMBELAJARAN KOGNITIF PADA ANAK PENYANDANG CACAT FISIK YANG MENYANGKUT SISITEM SYARAF MELALUI TERAPI MUSIK


PEMBELAJARAN KOGNITIF PADA ANAK PENYANDANG CACAT FISIK YANG MENYANGKUT SISITEM SYARAF MELALUI TERAPI MUSIK

MAKALAH


Oleh :
Nama : Yulita Susanti
NIM : 130210205048
Kelas : B




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014

PEMBELAJARAN KOGNITIF PADA ANAK PENYANDANG CACAT FISIK YANG MENYANGKUT SISTEM SYARAF MELALUI TERAPI MUSIK
 (Disusun Untuk Memenuhi Tugas UAS Mata Kuliah Pengembangan Kognitif dan Kreatifitas AUD)

Dosen Pembibing:
Erdi Istiaji,S.Psi.,M.Psi.,Psikolog

Oleh :
Nama : Yulita Susanti
NIM : 130210205048
Kelas : B


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014


KATA PENGANTAR
 Puji dan syukut kehadirat Allah SAW. Atas segala Rahmat dan karuniaNya sehingga karya ilmiah “Pembelajaran kognitif pada anak penyandang cacat fisik yang menyangkut sisitem syarat melalui terapi musik” ini dapat terselesaikan. Penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu ucapan terima kasih kepada pihak berikut:
Erdi Istiaji,S.Psi.,M.Psi.,Psikolog, pembina mata kuliah Pengembangan Kognitif dan kreatifitas atas segalah arahan dan dukungan yang diberikan untuk kelancaran dan kesuksesan survei ini.
Kedua orang tua yang telah memberikan doa dan dukungan untuk kelancaran pembelajaran
Teman-teman kelas B yang telah memberikan informasi dan bantuannya mulai dari awal hingga laporan ini tersusun.
Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Kognitif dan kreatifitas AUD di program studi PG-PAUD semester 2.
Semoga hasil makalah yang telah tersusun ini membawa manfaat, terutama bagi mahasisiwa PAUD. Selain itu, tiada gading yang tak retak, tiada manusia yang sempurna. Oleh karenanya, kritik, saran masukan demi perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut pada masa yang akan datang.



Jember, 01 Juni 2014

Penulis


DAFTAR ISI

COVER
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................i
KATA PENGANTAR..........................................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iii
BAB 1 PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG...........................................................................1
RUMUSAN MASALAH.......................................................................2
TUJUAN................................................................................................2
BAB 2 ISI
Hasil Analisis...............................................................................3
Keterkaitan Terapi Musik Dengan Teori.............................................4
Penyebab Terjadinya Cacat Fisik Yang Menyangkut Sisitem Syaraf...................................................................................................6
Alkohol dan Rokok.................................................................6
Obat-obatan.............................................................................6
Paparan Bahan Kimia..............................................................7
Malnutrisi................................................................................7
Genetik....................................................................................7
Dampak dan Solusi Yang Dapat Dilakukan Untuk Menangani Anak ABK Yang Cacat Fisik (Sistem Syaraf)...............................................8
Dampak Positif.....................................................................8
Dampak Negatif...................................................................8
Hal-Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Dalam Menangani Anak ABK Yang Cacat Fisik.............................................10
Cara Atau Proses Pembelajaran Pada Anak Yang Cacat Fisik Melalui Media Musik......................................................................................10
Strategi Pembelajaran Untuk Anak Yang Cacat Fisik Dalam Mengembangkan Kognitifnya............................................................11
BAB 3 PENUTUP
Kesimpulan.......................................................................................12
Saran................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................13
LAMPIRAM.........................................................................................................14


BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketdak mampuan mental, emosi atau fisik. Karena karakteristik dan hambatan yang dimiliki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka.
Menurut pasal 15 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, bahwa jenis pendidikan bagi Anak berkebutuan khusus adalah Pendidikan Khusus. Pasal 32 (1) UU No. 20 tahun 2003 memberikan batasan bahwa Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional,mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Teknis layanan pendidikan jenis Pendidikan Khusus untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. Jadi Pendidikan Khusus hanya ada pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk jenjang pendidikan tinggi secara khusus belum tersedia.
Hasil penelitian menunjukan dengan jelas bahwa perkembangan anak-anak penyandang cacat fisik sebenarnya tetap dimungkinkan mengikuti kemajuan yang sama pada anak normal, meski mereka mungkin akan berkembang lebih lambat atau perkembangannya tertahan pada tingkat tertentu. Oleh karenanya terapi musik harus benar-benar memahami tahap-tahap dan tugas perkembangan psikologis, dan informasi medis mengenai setiap kondisi penyandang cacat yang akan dibantu. Pengetahuan yang rinci akan membantu guru dan pihak orang tua untuk menyusun perlakuan yang efisien.
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam mengembangkan kemampuan kognitif pada anak penyandang cacat fisik adalah “terapi musik”.
Terapi musik sendiri terdiri dari dua kata, yaitu “terapi” dan “musik”. Kata “terapi” berkaitan dengan serangkaian upaya yang dirancang untuk membantu atau menolong orang. Biasanya kata tersebut digunakan dalam konteks masalah fisik atau mental. Sedangkan kata “musik” digunakan untuk menjelaskan media yang digunakan secara khusus dalam rangkaian terapi.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, terdapat beberapa pokok permasalahan. Dan pokok masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:
Apa yang menyebabkan terjadinya cacat fisik yang menyangkut sisitem syaraf?
Apa dampak dan solusi yang dapat dilakukan untuk menangani anak ABK yang cacat fisik?
Bagaimana cara atau proses pembelajaran pada anak yang cacat fisik melalui media musik?
Bagaimana strategi pembelajaran untuk anak yang cacat fisik dalam mengembangkan kognitifnya?
Tujuan Dan Manfaat
Tujuan dari pembelajaran kognitif melalui terapi musik pada anak yang mengalami cacat fisik (ABK) ini diantaranya yaitu :
Untuk menyembuhkan tubuh, pikiran, dan aspek-aspek spiritual.
Untuk mengembangkan keterampilan motorik, komunikasi, kofnitif, sosial, emosional, dan keterampilan musik sendiri



BAB 2
ISI
Hasil Analisis
Terganggunya sistem syaraf pada tubuh anak, berakibat fatal bagi kesehatan. Jika sudah begitu, anak tidak akan bisa menjalankan rutinitas kehidupannya secara normal. Biasanya, gejala awal suatu penyakit syaraf menyerang syaraf anak ditandai dengan sakit kepala dalam skala yang sering.
Dalam tugasnya sehari-hari, seorang guru sesekali pasti menemukan murit yang menyandang cacat fisik dengan berbagai keadaan. Agar dapat bekerja secara maksimal dalam memberikan pertolongan, salah satu terapi yang dapat dilakukan yaitu terapi musik. Terapi musik dituntut untuk benar-benar memahami keterbatasan yang dialami anak didiknya.
Lewat efeknya yang ajaib, musik dapat membebaskan rasa manusia dari jeratan tekanan batin, rasa kesepian, panik, dan berbagai gangguan mental lainnya. Karena itu, kini di berbagai negara marak didirikan berbagai pusat-pusat penelitian maupun praktek terapi musik. Musik, sesuai dengan susunan interval dan ritmenya memiliki refleksi khusus yang bisa merangsang sel-sel saraf sehingga perasaan manusia bisa diperlemah, diperkuat ataupun dialihkan. Pengaruh itu bahkan telah dibuktikan secara ilmiah di sepanjang fase kehidupan manusia, mulai dari masa di embrio hingga masa senja. Bahkan bisa berpengaruh juga pada jenis mahluk hidup lainnya seperti tumbuhan.
Tidak hanya itu saja, musik terbukti berpengaruh pada sistem saraf sensorik-motorik, sistem saraf sadar, dan sel saraf lain. Hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Aplikasi Musik di Iran mengenai fungsi terapan musik terhadap kesehatan fisik dan mental manusia menunjukkan bahwa terapi musik bisa menjadi metode penyembuhan baru pada gangguan mental di kalangan anak-anak cacat mental. Penelitian itu membuktikan, terapi musik bisa meningkatkan rasa percaya diri dan mengontrol tindakan hyperaktif di kalangan anak-anak cacat mental serta bisa menciptakan perubahan mental dan perilaku yang signifikan.
  Tanpa ada bentuk aktivitas manusia, tidak mungkin ada bunyi musikal atau karya musik yang tercipta. Manusia sendiri adalah sumber musik. Musik disini tidak hanya bunyi-bunyi dari alat-alat musik yang dipadukan. Musik disini berasal dari bunyi detak jantung dan nafas, yang tentunya bila dipadukan dengan baik akan menjadi nada yang indah. seluruh individu diberikan anugerah berupa potensi berbahasa musikal. Setiap diri kita sejak lahir diberi kesempatan untuk berbahasa secara musikal. Itulah sebabnya bayi manapun bisa diajak menari, menyanyi serta mencoba mengikuti ritme atau ketukan. Musik juga mempunyai pengaruh yang besar bagi pikiran dan tubuh kita. Contohnya, ketika Anda mendengarkan suatu alunan musik (meskipun tanpa lagu), seketika Anda bisa merasakan efek dari musik tersebut. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony. Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh. Sehingga ada musik yang membuat Anda gembira, sedih, terharu, terasa sunyi, semangat, mengingatkan masa lalu dan lain-lain. Tidak jarang lagi pengetahuan mengenai musik yang memengaruhi jiwa maupun kelakukan pendengar. Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan “head banger”, suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Satu lagi peranan musik yang tidak bisa dipungkiri berpengaruh langsung pada otak kita. Pasti, ketika mendengar lagu-lagu yang pernah kita kenal, otak akan memutar semua memori yang ada.
Keterkaitan Terapi Musik Dengan Teori
Beberapa teori menunjukan bahwa informasi yang dipelajari dalam suasana hati yang khusus atau diasosiasikan dengan stimulus emosi akan lebih mudah diingat. Hal ini terjadi karena stimulus yang hadir dalam situasi yang sama dapat membawa seseorang kembali pada ingatan yang sama, begitu pula jika suasana yang terjadi adalah suasana yang sama atau hampir mirip (Bower, 1981). Karenanya musik yang dapat menjadi stimulus suasana hati akan sangat dibutuhkan dalam lingkungan belajar untuk menfasilitasi proses mengingat kembali.
Gilman dan Newman (1996) mengemukakan bahwa Planum Temporale adalah bagian otak yang banyak berperan dalam proses verbal dan pendengaran, sedangkan Corpus Callosum berfungsi sebagai pengirim pesan berita dari otak kiri kesebelah kanan dan sebaliknya. Seperti kita ketahui otak manusia memiliki dua bagian besar, yaitu otak kiri dan otak kanan. Walaupun banyak peneliti mengatakan bahwa kemampuan musikal seseorang berpusat pada belahan otak kanan, namun pada proses perkembangannya proporsi kemampuan yang tadinya terhimpun hanya pada otak kanan akan menyebar melalui Corpus Callosum kebelahan otak kiri. Akibatnya, kemampuan tersebut berpengaruh pada perkembangan linguistik seseorang.
Dr. Lawrence Parsons dari Universitas Texas San Antonio menemukan data bahwa harmoni, melodi dan ritme memiliki perbedaan pola aktivitas pada otak. Melodi menghasilkan gelombang otak yang sama pada otak kiri maupun kanan, sedangkan harmoni dan ritme lebih terfokus pada belahan otak kiri saja. Namun secara keseluruhan, musik melibatkan hampir seluruh bagian otak.
Sebuah survey pada suatu seminar menunjukkan bahwa pendengarnya mengatakan bahwa mereka tidak mendengarkan syair dari sebuah lagu. Namun pada waktu lagu tersebut diperdengarkan, separuh dari mereka dapat melagukannya tanpa mereka sadari. Hal ini menunjukkan adanya memori dalam otak yang mampu merekam apa saja yang masuk melalui pendengarannya bersama musik, tanpa mampu dicerna oleh akal sehat. Kesimpulannya tidak ada lagu/musik yang mampu dicegah masuknya ke dalam otak kita, walaupun kita berkata “saya tidak mendengarkan syairnya”.
Penyebab Terjadinya Cacat Fisik Yang Menyangkut Sisitem Syaraf
Kehamilan merupakan proses alami bagi wanita. Dan semua wanita pasti mengharapkan bayi dalam rahimnya terlahir dengan sempurna. Tetapi karena beberapa sebab wanita dapat mengalami gangguan kehamilan yang menyebabkan bayi lahir dengan cacat bawaan, yaitu:
Alkohol dan Rokok
Dua barang ini sejak lama telah terbukti secara medis menimbulkan banyak gangguan kehamilan bahkan menyebabkan bayi cacat bawaan. Alkohol bersifat teratogen atau mampu menimbulkan gangguan pada perkembangan embrio janin sehingga bayi lahir dengan fisik yang tidak sempurna. Janin yang terpapar alkohol beresiko mengalami Fetal Alcohol Syndrome (FAS), yaitu sindrom yang menyebabkan kelainan pada fisik dan otak bayi.
Obat-obatan
Penggunaan beberapa jenis obat pada saat kehamilan dapat menyebabkan kelahiran bayi cacat. Misalnya pada ibu hamil yang mengkonsumsi obat hipertensi jenis captopril. Captopril merupakan inhibitor enzim yang bekerja untuk mengontrol tekanan darah. Tetapi obat ini memiliki resiko negatif bagi janin, karena bersifat teratogen (merusak perkembangan janin). Pada tahun 1984 National Institute of Health merekomendasikan larangan penggunaan obat ini pada masa kehamilan, karena melalui penelitian obat ini terbukti dapat menyebabkan penurunan aliran darah dan oksigen ke janin. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya banyak penelitian membuktikan bahwa paparan captopril menyebabkan kelahiran bayi cacat seperti cacat jantung, bibir sumbing, anggota badan tidak lengkap, polydactyly (jari ganda), hipospadia (kelainan alat vital), spina bifida (kelainan tulang belakang) dan keterlambatan fungsi paru-paru.
Paparan Bahan Kimia
Beberapa bahan kimia dapat menyebabkan bayi cacat, merkuri atau raksa contohnya. Merkuri yang digunakan oleh ibu hamil dapat masuk dan mengendap di tubuh janin. Riset menunjukkan bahwa merkuri dapat menyebabkan bayi cacat sejak dalam kandungan maupun pasca persalinan dalam bentuk keterbelakangan mental, bisu, buta, dan kejang.
Malnutrisi
Malnutrisi atau gizi buruk banyak menyebabkan gangguan kehamilan dan kelahiran bayi cacat terutama di beberapa negara miskin. Kekurangan vitamin A, B, K, kalsium, yodium, magnesium, asam folat, tiamin, dan riboflavin terbukti menimbulkan cacat pada bayi. Kekurangan jenis tiap nutrisi memberikan efek cacat yang berbeda-beda, tetapi secara umum malnutrisi menyebabkan bayi cacat jantung, kaki pincang, bibir sumbuing, hidrisefalus, kerdil, buta, cuping telinga melengkung, dan keterbelakangan mental. Bahkan malnutrisi juga dapat menyebabkan kegagalan janin, hal ini sangat banyak terjadi pada wilayah-wilayah yang mengalami krisis ekonomi dan pangan.
Genetik
Dalam beberapa kondisi genetik juga menjadi faktor penyebab bayi cacat dan kegagalan janin, yaitu kelainan gen tunggal, kelainan kromosom, dan multifaktorial. Kelainan gen tunggal merupakan cacat yang diwariskan dari orang tua ke bayi, disebabkan oleh kerusakan enzim yang berfungsi memecah asam amino fenilalanin. Bentuk cacat ini dapat berupa kerusakan syaraf pusat yang menyebabkan kematian. Kelainan kromosom dapat menyebabkan cacat pada bayi dengan bentuk beragam salah satunya keterbelakangan mental. Dan multifaktorial dapat disebabkan karena mutasi DNA dan paparan zat berbahaya pada janin, contohnya kelainan tulang belakang dan kurangnya volume otak bayi.
Dampak dan Solusi Yang Dapat Dilakukan Untuk Menangani Anak ABK Yang Cacat Fisik (Sistem Syaraf)
Dampak Positif
Musik yang Anda dengar akan merangsang sistem saraf yang akan menghasilkan suatu perasaan. Perangsangan sistem saraf ini mempunyai arti penting bagi pengobatan, karena sistem saraf ambil bagian dalam proses fisiologis. Dalam ilmu kedokteran jiwa, jika emosi tidak harmonis, maka akan mengganggu sistem lain dalam tubuh kita, misalnya sistem pernapasan, sistem endokrin, sistem immune, sistem metabolik, sistem motorik, sistem nyeri, sistem temperatur dan lain sebagainya. Semua sistem tersebut  dapat bereaksi positif jika mendengar musik yang tepat. Musik akan merangsang sistem ini secara otomatis, walaupun seseorang tidak menyimak atau memperhatikan musik yang sedang diputar. Jika sistem ini dirangsang maka seseorang akan meningkatkan memori, daya ingat, kemampuan belajar, kemampuan matematika, analisis, logika, inteligensi dan kemampuan memilah, disamping itu juga adanya perasaan bahagia dan timbulnya keseimbangan sosial.
Dampak Negatif
mendengarkan musik terlalu keras. Musik bisa mengisolasi pendengarnya dari khalayak ramai. Ketika mengemudi, orang-orang biasanya mendengarkan musik untuk mengurangi kebisingan terhadap situasi sekitar. Akhirnya mereka pun mengencangkan volume untuk menghadang suara dari luar. Sebagai perbandingan, level berbicara manusia adalah sekitar 60 desibel, jalanan yang ramai sekitar 80 desibel, mesin potong melingkar 90 desibel, bayi menangis 11 desibel. Sedangkan ambang bahaya untuk pendengaran adalah 125 desibel. Dan sekali saja mendengarkan kebisingan lebih dari batas itu dapat merusak pendengaran secara permanen.
peneliti David A. Noebel menemukan bahwa ritme musik rock dapat mengganggu kadar insulin dan kalsium dalam tubuh.
tak jarang terdengar anak kecil mencoba melantunkan lagu-lagu cinta orang dewasa. Padahal, tak sedikit lagu cinta orang dewasa berisi lirik-lirik yang menyinggung seksualitas. Seperti diketahui, usia anak-anak adalah usia terbaik untuk menyerap informasi. Lagu-lagu dan lirik di dalamnya bisa dengan mudah terserap oleh anak dan dianggap sebagai pengetahuan. Studi terkini dari Cougar Hall yang diterbitkan dalam Springer’s Journal Sexuality and Culture mengatakan, referensi seksual dalam lagu bisa membuat anak berpikir nilai diri mereka dalam tatanan masyarakat adalah untuk memberikan kepuasan seksual kepada orang lain, berisiko memandang rendah arti tubuhnya, depresi, masalah dengan makanan, penyalahgunaan obat-obatan, dan lainnya.
kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik menurut sebagian orang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur. Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress). Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman. Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh. Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan. Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, maka gelombang suara yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran kita.  Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga. Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk. Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak.
Hal-Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Dalam Menangani Anak ABK Yang Cacat Fisik
Hindarilah mengajar/melatih anak lebih dari 5 menit
Saat melayani anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, ingatlah untuk menekankan pada kemampuan mereka. Sesuaikan harapan-harapan guru pada keterbatasan-keterbatasan mereka dan tantanglah mereka untuk melakukan yang terbaik
Libatkan mereka dalam aktivitas guru karena jika tidak, sikap Anda bisa membahayakan kenyamanan mereka
Hindari menunjukkan rasa kasihan terhadap keterbatasan mereka. Rasa kasihan justru bisa membuat mereka semakin tidak mampu. Sebaliknya, bersabarlah dan berdoalah terus, dan carilah kemampuan/potensi dalam diri anak-anak Tuhan yang istimewa ini.
Cara Atau Proses Pembelajaran Pada Anak Yang Cacat Fisik Melalui Media Musik
Seorang guru perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk membantu penyandang cacat fisik, karena penyebab dan diaknosis yang berbeda akan membutuhkan perlakuan yang berbeda pula.
Terapi musik juga perlu memperhatikan cara dan diaknosis terhadap kondisi yang dihadapi. Pemahaman diaknosis pada kondisi khusus akan membantu guru mengetahui apa saja perilaku yang dapat dipengaruhi dan potensi apa yang masih bisa difungsikan secara optimal dari anak.
Sebelum melakukan terapi musik, cara lain yang dapat dilakukan yaitu: a)Jangan menganggap bahwa kelemahan fisik menandakan kelemahan mental, b)Carilah informasi dari para orang tua mengenai kelebihan, kelemahan, dan keterbatasan anak, c)Tenangkan, yakinkan, dan berikan dukungan pada anak-anak tersebut, tetapi jangan terlalu melindungi mereka, d)Jadikan anak-anak yang berkebutuhan khusus tersebut sebagai bagian dari yang paling utama diperhatikan, dan sesuaikan peralatan-peralatan yang ada untuk melayani kebutuhan khusus mereka.
Strategi Pembelajaran Untuk Anak Yang Cacat Fisik Dalam Mengembangkan Kognitifnya
Materi musik dapat meningkatkan proses belajar kognitif pada anak penyandang cacat fisik. Musik dapat digunakan dengan sangat efisien sebagai motifasi stimulus, penggunaan dan penghargaan dalam usaha belajar. Lagu-lagu edukatif atau intruksional atau aktifitas yang mengkombinasikan bahasa, gerakan dan musik dapat menfasilitasi, menjelaskan dan mengilustrasikan tambahan informasi akademik.
Struktur melodi dan ritme dari lagu juga dapat digunakan untuk membantu anak menginggat isi lagu yang menekankan konsep akademik. Dapat dimulai dengan memikirkan lagu tentang abjad atau bagian tubuh, sajak dan nyanyian yang menceritakan tanggal bersejarah, tabel berhitung, dsb. Musik latar sebagai stimulus untuk mempelajari lingkungan dapat meningkatkan perhatian yang tinggi dan mengurangi kecemasan.




BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketdak mampuan mental, emosi atau fisik. Karena karakteristik dan hambatan yang dimiliki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka.
Terganggunya sistem syaraf pada tubuh anak, berakibat fatal bagi kesehatan. Jika sudah begitu, anak tidak akan bisa menjalankan rutinitas kehidupannya secara normal. Biasanya, gejala awal suatu penyakit syaraf menyerang syaraf anak ditandai dengan sakit kepala dalam skala yang sering.
Terapi musik terdiri dari dua kata, yaitu “terapi” dan “musik”. Kata “terapi” berkaitan dengan serangkaian upaya yang dirancang untuk membantu atau menolong orang. Biasanya kata tersebut digunakan dalam konteks masalah fisik atau mental. Sedangkan kata “musik” digunakan untuk menjelaskan media yang digunakan secara khusus dalam rangkaian terapi.
Saran
Demi suksenya perluasan dan pemerataan pelayanan pendidikan bagi ABK,  penulis menyarankan agar suatu saat nanti dapat dilaksanakan  suatu pembinaan yang mampu menciptakan kesamaan persepsi  antara pihak sekolah  dan pembina  terhadap berbagai hal yang terkait dengan pendidikan khusus.



DAFTAR PUSTAKA
Djohan. (2006). Terapi Musik Teori dan Aplikasi. Yogyakarta. Galang Pres
http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/300
http://siipe2r007.wordpress.com/2012/06/11/karya-ilmiah-pengaruh-musik-terhadap-kesehatan-jiwa-fungsi-dan-kerja-otak-manusia/
http://pakarbayi.com/hal-hal-yang-bisa-menyebabkan-bayi-cacat.html



















LAMPIRAN

Senin, 01 September 2014

KESADARAN MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP



“KESADARAN MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP”
(Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah PKN.38)

Dosen Pembibing :
                                              Dr. Dominikus Rato, M.si


Disusun Oleh :
1.      Gadis Ayuningtyas                 (130210205082)
2.      Rizky Nurul Oktaviyani          (130810201191)
3.      Yulita Susanti                         (130210205048)


UNIVERSITAS JEMBER
2013



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Pada kenyataannya masalah lingkungan hidup merupakan sikap kurang menyadari pentingnya pelestarian lingkungan. Faktor utama yang yang kurang menyadari mengenai kesadaran lingkungan ialah manusia. Karena manusialah yang selalu berperan aktif terhadap kelangsungan alam sekitarnya. Manusia tidak memiliki rasa cinta lingkungan yang benar. Manusia menganggap bahwa dunia ini merupakan bagian dari dirinya sendiri, mereka tidak memahami bahwa hewan dan tumbuhan juga merupakan bagian dari alam. Manusia tidak pernah berfikir akibat dari perilakunya yang merusak alam tersebut dapat mengakibatkan kerusakan alam sekitarnya. Manusia memang diciptakan Alloh yang martabatnya melebihi segala ciptaan di alam semesta ini. Sehingga mungkin karena itu manusia merasa paling hebat dan bertindak seolah olah sebagai penguasa. Selain itu kemungkinan lain mengapa manusia bertindak semaunya sendiri yaitu kurang tahunya pengetahuan mengenai pelestarian lingkungan. Tapi sebagian manusia dengan  akalnya mulai meningkatkan diri sebagaimana manusia beradap, yaitu dengan mulai menggunakan apapun yang disediakan oleh alam untuk ketentingan sehari hari.
Sebagai mahluk yang berakal dan bernalar. Dengan akal dan nalarnya manusia mengembangkan berbagai ilmu yang dapat dilakukannya melalui toeri teori yang iya bisa. Sehingga manusia beranggapan bahwa iya merupakan “penguasa alam”. Hal ini merupakan kesalahan besar, sebab yang benar adalah “manusia merupakan bagian dari alam”. Hal itu perlu dibenarkan bahwa manusia bukan lawan dari alam, melainkan bagian dari alam. Untuk itu seharusnya manusia sadar bahwa perbuatan dan tingkah lakunya salah. Dan seharusnya manusia juga sadar akibat apa yang akan timbul dari perbuatannya merusak alam tersebut.
Salah satu contoh akibat dari perusakan alam yang dilakukan oleh manusia tersebut antara lain kebakaran hutan, tanah longsor, banjir dan sebagaianya, setelah manusia mengalami sebagian dari akibat tersebut mereka masih belum sadar bahwa itu semua terjadi bukan hanya karena takdir yang kuasa, melainkan juga karena hasil perbuatan manusia itu sendira.
Dengan adanya bencana alam yang sering terjadi akhir akhir ini manusia hendaknya menyadari bahwa ia tidak bisa hidup tanpa lingkungan. Manusia harus sadar bahwa dia membutuhkan lingkungan dan bukan lingkungan yang membutuhkannya. Contohnya saja manusia membutuhkan air, bukan sebaliknya alam (air) yang membutuhkan manusia. Manusia membutuhkan pohon, bukan pohon yang membutuhkan manusia. Bila tidak ada air, manusia akan menderita dan bisa mati, namun sebaliknya, bila tidak ada manusia tidak ada pengaruh terhadap air, pohon atau lingkungan. Karena itu, yang menderita akibat rusaknya lingkungan adalah manusia itu sendiri. Jadi manusia yang perlu diperbaiki bukan lingkungannya, untuk itu yang paling penting dilakukan adalah “menyadarkan manusia” agar mengetahui bahwa dia tidak bisa hidup tanpa lingkungannya. Tapi permasalahannya disini manusia sulit untuk diarahkan menjadi pribadi yang peduli pada lingkungan. Maka dari itu perubahan seharusnya dimulai dari diri kita sendiri dulu kemudian menyadarkan mereka yang masih belum faham pentingnya kesadaran lingkungan. Sedangkan lingkungan hidup yang kita harapkan sebenarnya adalah lingkungan yang mempunyai yang mempunyai interaksi yang harmonis antar tiap elemen yang ada dalam lingkup tersebut sehingga dapat terwujud lingkungan yang bersih, sehat, serta nyaman untuk di tinggali.





1.2  PERMASALAHAN
Berdasarkan identifikasi masalah, permasalahan lingkungan sangat luas, sehingga dibatasi dengan hanya membahas masalah penyadaran manusia untuk hidup tidak superior terhadap lingkungannya, memahami bahwa dia adalah bagian dari alam, dan menyadari pula bahwa persediaan sumber daya alam di planet bumi ini terbatas.
Sesuai batasan masalah ini, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
a.       Faktor apakah yang mempengaruhi kesadaran lingkungan. . .?
b.      Bagaimana cara menyikapi dan meningkatkan kesadaran manusia terhadap  lingkungan. . .?













BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
1.      TEORI KESADARAN
Kesadaran ialah siuman atau sadar akan tingkah lakunya, yaitu pikiran sadar yang mengatur akal dan dapat menentukan pilihan terhadap yang diingini misalnya baik buruk, indah jelek dan lain sebagainya.[1]
Kesadaran Lingkungan adalah upaya untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak hanya tahu tentang sampah, pencemaran, penghijauan, dan perlindungan satwa langka, tetapi lebih daripada itu semua, membangkitkan kesadaran lingkungan manusia khususnya pemuda masa kini, agar mencintai tanah air untuk membangun tanah air Indonesia yang adil, makmur serta utuh lestari.[2]

2.      TEORI LINGKUNGAN
Lingkungan adalah berasal dari kata lingkung yaitu sekeliling, sekitar. Lingkungan adalah bulatan yang melingkungi atau melingkari, sekalian yang terlingkung disuatu daerah sekitarnya.[3]
Menurut Ensiklopedia umum (1977) lingkungan adalah alam sekitar termasuk orang-orangnya dalam hidup pergaulan yang mempengaruhi manusia sebagai anggota masyatarakat dalam kehidupan dan kebudayaannya. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada diluar suatu organisasi, meliputi: (1) Lingkungan mati (abiotik), yaitu lingkungan diluar suatu organisme yang terdiri atas benda atau faktor alam yang tidak hidup, seperti bahan kimia, suhu, cahaya, gravitasi, admosfer dan lainnya, (2) lingkungan hidup (biotik), yaitu lingkungan diluar suatu organisasi yang terdiri atas organisme hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia.[4]
2.1 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESADARAN LINGKUNGAN.
a.       Faktor ketidatahuan
Ketidaktahuan di sini maksudnya, masyarakat kurang mengerti akan pentingnya lingkungan hidup sekitar dengan kelangsungan kehidupan masyarakat ke depannya. Serta kemungkinan masyarakat memiliki pengetahuan yang kurang tentang lingkungan hidup baik itu cara pengolahan lingkungan yang baik,pencemaran, pengaruh tindakan masyarakat dari bagi lingkungan sekitar, dan lain sebagainya jadi perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang lingkungan hidup oleh pemerintah.
b.      Faktor kemiskinan
Kemiskinan adalah suatu keadaan ketidak mampuan manusia untuk memenuhi kebutuhan yang minimum. Kemiskinan terjadi akibat dari kekurangan bahan pangan, kekurangan bahan pangan di sebabkan oleh beberapa sebab antara lain ledakan penduduk, serta buruknya pengelolaan sumber daya alam. Jadi untuk mengurangi angka kemiskinan, perlu adanya program pemerintah untuk mengurangi angak kelahiran dengan cara penyuluhan program KB di masyarakat terutama di daerah-daerah pedesaan serta program penyuluhan tentang pengolahan sumber daya alam dengan benar dan baik di kalangan masyarakat yang masih belum faham mengenai pentingnya mengurangi angka kelahiran dan program pengolahan lahan.
Selain itu seharusnya kita sebagai sesama ikut membantu untuk membasmi kemiskinan yang semakin merajalela saat ini, khususnya di daerah pedesaan yang kurang bisa mengontrol tingkat tingkat kelahiran yang lebih banyak daripada tingkat kematian. Pemerintah seharusnya juga ikut membantu untuk memberantas kemiskinan tersebut, tidak hanya membuat program tapi tidak terlalu dibuat untuk serius
c.       Faktor kemanusiaan
Faktor manusia juga berdampak besar terhadap kelangsungan perkembangan lingkungan hidup di sekitar kita sebab manusia bisa menjadi yang bisa menjaga atau bahkan sebaliknya sebagai perusak lingkungan. Manusia mempunyai sifat alami yaitu serakah, berusaha untuk mengambil keuntungan yang besar dengan membabi buta pengelolaan lingkungan dengan cara yang salah sehingga merusak kelangsungan lingkungan hidup. Apapun bisa dilakukan manusia asal keinginannya dapat terpenuhi, dan manusia tidak akan pernah puas sebelum akhir hidupnya.
Di balik itu, manusia menganggap bahwa mereka adalah makhluk yang paling sempurna dari ciptaan Allah sehingga mereka menganggap  makhluk ciptaan Allah lainnya rendah sehingga mereka memperlakukan makhluk lainnya semena-mena seperti contoh perusakan lingkungan.  Jadi untuk menyadarkan manusia untuk lebih sadar kepada lingkungan dengan cara mengembalikan perilaku mereka sesuai dengan syariat agama yang mereka anut, misalnya agama Islam. Karena di dalam Islam di pelajari untuk menjaga lingkungan serta di larang untuk merusaknya.
Sebelum manusia itu dapat mengembalikan perilakunya untuk menjaga lingkungan, jangan harap kehidupan di alam ini akan lestari dan kembali seimbang. Untuk itu maka hal pertama yang harus dilakukan untuk mengembalikan keseimbangan lingkungan yaitu menyadarkan manusianya terlebih dahulu. Cara yang paling baik untuk menyadarkan manusia tersebut yaitu mengembalikan manusia pada ajaran agama yang dianutnya.
d.      Faktor gaya hidup
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan teknologi informasi serta komunikasi yang sangat cepat, sudah tentu berpengaruh pula terhadap gaya hidup manusia. Gaya hidup yang telah terpengaruh  oleh kemajuan IPTEK misalnya dengan mengikuti tren baju, tren kebiasaan dan perilaku orang luar dan lain sebagainya itu dapat menurunkan kesadaran masyarakat akan lingkungann sekitar karena dengan mengikuti tren yang telah mengglobal ini membutuhkan dana yang lumayan besar apalagi tren global tersebut telah sampai di pelosok-pelosok desa. Jadi dengan cara instan mereka mengeksploitasi lingkungan sekitar mereka misalnya penggundulan hutan yang digunakan sebagai tempat pemukinan, rumah toko, penyempitan lahan resapan air, dan lain sebagainya
“Bukan para ahli Ekologi, Teknik, Ekonomi atau ahli-ahli bumi yang akan menyelamatkan bumi, tetapi para penyair, pendeta, alim ulama, artis, ahli filsafat”.[5]
Maksut pendapat diatas adalah untuk menyelamatkan lingkungan hidup atau bumi kita ini, diperlukan manusia yang bermoral tinggi dan mencintai lingkungannya, memiliki spiritual yang tinggi, dan mencintai ajaran agamanya. Maka dari itu pengetahuan saja tidak cukup untuk menjaga kelestarian lingkungan, tapi orang yang pendalaman iman dan takwa kepada penciptanyalah yang sangat berpengaruh terhadap kelestarian lingkungan tersebut. Karena orang seperti itu dapat menghargai apa yang diciptakan oleh penciptanya.

2.2 CARA MENYIKAPI DAN MENINGKATKAN KESADARAN MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN
Walaupun diharapkan agar setiap orang peduli akan lingkungan, namun kenyataannya masih banyak manusia yang belum sadar akan makna lingkungan itu sendiri. Oleh karena itu kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peranan lingkungan hidup perlu terus ditingkatkan melalui penyuluhan, penerangan, pendidikan,  penegakan hukum disertai pemberian rangsangan atau motivasi atas peran aktif masyarakat menjaga lingkungan hidup seperti adanya lomba kebersihan lingkungan antar desa dengan sebuah hadiah atau lain sebagainya.
Peningkatan kesadaran lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai cara misalnya dengan adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang lingkungan hidup, manfaat serta pengolahan lingkungan hidup, mengembalikan pikiran serta perilaku kita kembali bercermin kepada syariat agama Islam, pemerintah harus tegas menindak pelaku-pelaku pengerusakan lingkungan agar dapat menimbulkan efek jera kepada pelakunya,  dan lain sebagainya. Di dalam Al-Qur’an juga di jelaskan bahwa Allah telah menurunkan bumi untuk manusia dan manusia sebagai pengelolahnya. Jadi apabila manusia memanfaatkannya dengan benar maka manusia akan mendapatkan pula manfaat dari lingkungan tersebut/alam sekitar, sebaliknya jika manusia mengolah/memanfatkan lingkungan sekitar dengan cara yang salah seperti mengeksploitasi lingkungan dengan cara yang tidak wajar maka dampak buruk yang akan kita terima. Kita sebagai makhluk ciptaan tuhan yang mempunyai kelebihan di bandingkan makhluk ciptaan tuhan yang lainnya yaitu memiliki akal yang dapat di pergunakan untuk menganalisis suatu hal itu salah ataukah benar. Jadi kita dapt menilai tindakan kita kepada lingkungan itu sudah benar atau masih harus kita perbaiki lagi karena di mulai dari dalam diri kitalaah yang dapat menumbuhkan sikap sadar atau peduli terhadap lingkungan.
 Manusia mempunyai hubungan timbal balik  terhadap lingkungan, manusia dapat mempengaruhi lingkungan namun ia juga dapat di pengaruhi oleh lingkungan. Manusia tidak akan dapat bertahan hidup tanpa adanya lingkungan alam sekitar, juga seperti halnya manusia, lingkungan alam seperti tumbuh-tumbuhan,binatang, makhluk lainnya juga membutuhkan manusia untuk pertumbuhannya. Setiap manusia sadar bahwa mereka adalah bagian dari lingkungan dan harus menjaga dan melestarikan lingkungan hidupnya namun penyimpangan kepada lingkungan hidup masih kerap terjadi. Oleh karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus mulai dari diri sendiri untuk lebih menghargai lingkungan hidup sekitar karena mereka sama-sama makhluk ciptaan Tuhan yang di ciptaan dengan mempunyai manfaat dan kelebihan tersendiri yang juga bermanfaat untuk kita untuk mempertahankan kelangsungan hidup kita.



















BAB 3
PENDEKATAN
Dalam pembahasan mengenai lingkungan hidup ini kami menggunakan pendekatan secara pandangan islam. Islam mengajari kita untuk tidak merusak dan mengganggu lingkungan hidup sekitar kita, namun kita harus mempelihara dan memakmurkannya.[6]Jadi kita harus mempelihara lingkungan hidup karena apabila lingkungan hidup kita baik maka kelangsungan hidup kita juga baik. karena dari lingkungan kita bisa bertahan hidup sebab di dalam lingkungan sekitar kita baik itu tanah, hewan, tumbuhan, air, dan lain sebagainya tersimpan berbagai potensi yang berguna bagi kehidupan di bumi. Di dalam Agama Islam juga menjelaskan bahwa kita di larang untuk merusak lingkungan hidup di bumi, karena apabila kita merusaknya maka lambat laun akibatnya juga akan berdampak kepada kita sebagai manusia di muka bumi ini. Jadi untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, maka seharusnya kita dapat mempelihara dan menjaga lingkungan yang ada di sekitar kita ini agar tetap lestari dan maknur.Seperti salah satu firmannya Allah mengatakan : Laa tufsiduu fil ardli ba’da ishlaahiha, janganlah engkau membuat kerusakan di muka bumi setelah di adakan perbaikan.[7]
Maka sudah jelas dan Al-Qur’am pun telah membenarkan apabila kita merasa memiliki dan meyakini sebuah agama Islam maka kita akan mengerti apa yang harus kita lakukan, karena itu telah tercantum di dalam Al-Qur’an. Seperti dalam suatu kesempatan Nabi Muhammad SAW berpesan kepada para prajuritnya  yang akan pergi ke medan peperangan yang berbunyi: Bila anda berperang, maka janganlah di bunuhtiga golongan di bawah ini. Yaitu orang tua, kaum wanita, dan anak-anak; oarang yang bersembunyi di tempat Ibadah (Masjid,Gereja,Pura,dan lain sebagainya); orang-orang yang bersembunyi di taman atau di kebun. Hal ini berati,bahwa rumah-rumah ibadah, tanaman           dan binatang tidak boleh kita rusak. Dengan kata lain, walaupun kita dalam keadaan berperang, lingkungan di sekitar kita harus tetap terpelihara dan terlestarikan. Oleh karena itu, konsep-konsep Islam yang mulia tentang lingkungan hidup akan sia-sia apabila kita tidak menerapkannya di dalam perilaku kita sehari-hari. Jadi peran Pemerintah dan masyarakat Indonesia sebagai umat Islam sangat berpengaruh untuk memelihara dan melindungi lingkungan hidup sekitar sehingga dapat tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk kita didiami.
















BAB 4
PEMBAHASAN
TEORI KESADARAN
             Kesadaran ialah siuman atau sadar akan tingkah lakunya, yaitu pikiran sadar yang mengatur akal dan dapat menentukan pilihan terhadap yang diingini misalnya baik buruk, indah jelek dan lain sebagainya.[8]
            Maksutnya disini yaitu kesadaran manusia timbul karena keinginan dari dalam dirinya sendiri, orang lain tidak dapat merubah prinsip seseorang jika orang tersebut tidak mau berubah. Tiap orang mempunyai suatu suatu sikap sadar tentang apa yang dilakukannnya dan dapat menilai baik buruknya suatu hal karena mereka memiliki akal/pikiran dan  itu merupakan pilihan yang diambil oleh masing-masing orang tersebut.
             Kesadaran Lingkungan adalah upaya untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak hanya tahu tentang sampah, pencemaran, penghijauan, dan perlindungan satwa langka, tetapi lebih daripada itu semua, membangkitkan kesadaran lingkungan manusia khususnya pemuda masa kini, agar mencintai tanah air untuk membangun tanah air Indonesia yang adil, makmur serta utuh lestari.[9]
            Maksutnya manusia hidup di dunia ini seharusnya tidak hanya tahu mengenai apa yang akan ia lakukan dalam hidup bermasyarakat seperti dampak buruk mengenai hal yang di perbuat, tapi manusia juga harus bisa mengerti tentang pentingnya lingkungan hidup bagi dirinya sendiri dan orang lain disekelilingnya terutama bagi generasi penerus bangsa untuk menumbuhkan sikap sadar terhadap lingkungan karena mereka yang memegang peranan penting dalam pembangunan serta bagaimana tanah air yang mereka tempati akan berlanjut di masa yang akan datang.
TEORI LINGKUNGAN
            Lingkungan adalah berasal dari kata lingkung yaitu sekeliling, sekitar. Lingkungan adalah bulatan yang melingkungi atau melingkari, sekalian yang terlingkung disuatu daerah sekitarnya.[10]
            Lingkungan merupakan keadaan sekitar tempat tinggal di sekitar kita yang terdiri dari alam itu sendiri, manusia, hewan dan benda-benda mati lainnya. Lingkunga merupakan garis besar dari kehidupan ini, tanpa lingkungan kita tidak dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesamanya.
            Menurut Ensiklopedia umum (1977) lingkungan adalah alam sekitar termasuk orang orangnya dalam hidup pergaulan yang mempengaruhi manusia sebagai anggota mastarakat dalam kehidupan dan kebudayaannya.[11] Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada diluar suatu organisasi, meliputi: (1) Lingkungan mati (abiotik), yaitu lingkungan diluar suatu organisme yang terdiri atas benda atau faktor alam yang tidak hidup, seperti bahan kimia, suhu, cahaya, gravitasi, admosfer dan lainnya, (2) lingkungan hidup (biotik), yaitu lingkungan diluar suatu organisasi yang terdiri atas organisme hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Setelah diberikan pengetahuan tentang “lingkungan” maka akan dibahas pengetian tentang “lingkungan hidup”. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya.[12]


4.1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESADARAN LINGKUNGAN
a.  Faktor ketidaktahuan
Ketidaktahuan di sini maksudnya, masyarakat kurang mengerti akan pentingnya lingkungan hidup sekitar dengan kelangsungan kehidupan masyarakat ke depannya. Serta kemungkinan masyarakat memiliki pengetahuan yang kurang tentang lingkungan hidup, baik itu cara pengolahan lingkungan yang baik, pencemaran, pengaruh tindakan masyarakat dari lingkungan sekitar, dan lain sebagainya. Jadi perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang lingkungan hidup. Pengetahuann yang minim terhadap lingkungan hidup dapat menyebabkan tindakan sewenang-wenang terhadap lingkungan seperti ekspolitasi hutan, pencemaran air sungai oleh limbah industri, atau pengeboman batu karang. Hal itu dapat merusak lingkungan yang merupakan salah satu hal yang terpenting dalam kelangsungkan kehidupan kita kedepannya. Itu semua terjai karena kurang ketegasan pemerintah mengenai hukum pelaku yang melakukan perusakan alam tersebut.
Jika tidak ada lingkungan hidup disekitar kita, maka kita akan mendapatkan kesulitan untuk bertahan hidup, bahkan tidak bisa bertahan hidup lama. Jadi lingkungan hidup sangatlah perlu, pengetahuan yang lebih tentang lingkungan hidup kepada masyarakat agar nantinya masyarakat bisa dengan bijak memanfaatkannya. Ketidak tahuan yang di biarkan terus menerus akan sangat merugikan kepada lingkungan dan semakin mdapat merusak keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup sekitar.
b.      Faktor kemiskinan
Kemiskinan adalah suatu keadaan ketidakmampuan manusia untuk memenuhi kebutuhan yang minimum. Kemiskinan terjadi akibat dari kekurangan bahan pangan, kekurangan bahan pangan di sebabkan oleh beberapa sebab antara lain ledakan penduduk, serta buruknya pengelolaan sumber daya alam. Jadi untuk mengurangi angka kemiskinan, perlu adanya program pemerintah untuk mengurangi angka kelahiran dengan cara penyuluhan program KB di tengah banyaknya penduduk setempat, terutama di daerah-daerah pedesaan.
Pertumbuhan penduduk yang melaju tingi tanpa di imbangi dengan pertambahan kebutuhan hidup yang cukup memadai akan segera menimbulkan tekanan penduduk. Tekanan penduduk akibat kesulitan hidup yang muncul karena factor lingkungan, kemajuan tekghnologi atau pembangunn. Dan akan di perparah dengan datangnya bencana alam yang bertubi-tubi, semua peristiwa itu menimbulkan masalah sosial dan yang paling berpengaruh adalah faktor kemiskinan. Menurut data yang diperoleh dari Bakornas Penanggulangan Bencana pada tahun 2003, bencana yang terjadi selama tahun 1998 hingga pertengahan 2003 data yang didapat menunjukan telah terjadi 647 bencana dengan 2022 korban jiwa dan mengalami kerugian milyaran rupiah dengan 85% merupakan bencana banjir dan longsor.
Kita sebagai manusia harus saling berbagi dan saling memberikan upaya bersama pemerintah mengentaskan kemiskinan yang melanda Indonesia. Jangan hanya dapat mengkritik dan hanya banyak omong kepada namun tindakan yang kita lakukan masih sama sekali tidak ada. Kemiskinan yang berlangsung berlarut-larut juga akan menimbulkan dampak yang tidak baik dari segi kualitas masyarakatnya misalnya karena kemiskinan untuk duduk di bangku sekolah akan di rasa sangat berat, dari segi kesehatan juga bisa terjadi misalnya masyarakat miskin akan memakan apapun yang bisa di rasa dapat mengenyangkan perut mereka meskipun itu adalah nasi sisa orang atau lain sebagainya.
Bagi masyarakat yang kaya mungkin untuk makan saja sangatlah mudah dan bukanlah suatu persoalan. Namun bagi masyarakat yang miskin itu di anggap sebagai suatu persoalan yang sangat penting, untuk mendapatkannya harus bersusah payah dan dari bumilah mereka bisa makan. Tetapi terkadang cara yang masyarakt gunakan bisa lembut kepada alam, namun bisa juga mereka membabi buta hasil alam untuk kebutuhannya sehari-hari selain untuk makan.
Masalah lingkungan hidup di sebabkan dari ketidakseimbangnya jumlah penduduk dengan sumber daya alam yang semakin berkurang tiap tahunnya. Kerusakan yang sering terjadi di lingkungan hidup(alam) tersebutlah yang menyebabkan sumber daya alam itu berkurang tiap tahunnya. Di satu sisi aktivis lingkungan melakukan berbagai cara untuk menjaga kelangsungan lingkungan hidup baik tumbuhan,binatang dan lain sebagainya namun di sisi lain masyarakat sendirilah yang merusaknya karena untuk kepentingannya sendiri meskipun itu untuk mempertahankan hidupnya namun tetap tidak dapat di benarkan jika suatu tindakan dapat merugikan yang lain. Jadi faktor kemiskinan memang sangatlah berpengaruh terhadap kesadaran lingkungan hidupnya.
Meskipun masyarakat miskin tidak memikirkan lingkungan hidup sekitar karena mungkin mereka untuk bertahan hidup saja sudah berat untuk di jalani namun upaya pemerintah untuk mengadakan program penyuluhan mengenai pengolahan sumber daya alam dengan benar juga penting untuk dilaksanakan, agar masyarakat yang belum mengerti mengenai cara pengolahan lingkungan sekitar dapat mengerti dan dapat memanfaatkan jangan sampai berhenti di tengah jalan. Karena apabila masyarakat mengerti cara pengolahan yang baik terhadap lingkungan hidupnya, itu akan sangat bermanfaat bagi mereka sendiri, alam, dan juga negara Indonesia.
c. Faktor kemanusiaan
Manusia merupakan faktor terbesar terhadap kelangsungan perkembangan lingkungan hidup di sekitar kita. Manusia mempunyai sifat alami yaitu serakah, berusaha untuk mengambil keuntungan yang besar dengan membabi buta pengelolaan lingkungan dengan cara yang salah sehingga merusak kelangsungan lingkungan hidup. Manusia selalu merasa kurang atas apa yang telah ia punya, maka dari itu manusia melakukan apapun yang dapat memuaskan keinginannya, dan untuk memuaskan keinginannya di perlukan dana yang cukup besar,dan untuk mengumpulkan dana tersebut di lakukan tindakan-tindakan yang salah  termasuk dalam hal merusak lingkungan. Hubungan yang harmonis antara lingkungan dengan manusia dapat membuat keseimbangan ekosistem tidak terganggu.
Di samping itu, manusia menganggap bahwa mereka adalah makhluk yang paling sempurna dari ciptaan Allah sehingga mereka menganggap  makhluk ciptaan Allah lainnya rendah, sehingga mereka memperlakukan makhluk lainnya semena-mena seperti contoh perusakan lingkungan.  Jadi untuk menyadarkan manusia untuk lebih sadar kepada lingkungan dengan cara mengembalikan perilaku mereka sesuai dengan syariat agama yang mereka anut misal: Islam karena di dalam Islam di pelajari untuk menjaga lingkungan serta di larang untuk merusaknya. Dengan mengembalikan manusia ke dalam syariat agamanya di harapkan mereka dapat bertindak dan berpikir sesuai sesuai syariat agama Islam sehingga mereka dapat lebih menghargai makhluk ciptaan Allah yang lainnya. Jadi faktor manusia ini juga berpengaruh terhadap kesadaran lingkungan hidup, oleh karena itu kita harus menumbuhkan kesadaran tersebut dari dalam diri kita sendiri baru mensosialisasikannya kepada orang lain.
c.       Faktor gaya hidup
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan teknologi informasi serta komunikasi yang sangat cepat, sudah tentu berpengaruh pula terhadap gaya hidup manusia. Gaya hidup yang telah terpengaruh  oleh kemajuan IPTEK misalnya dengan mengikuti tren baju,tren kebiasaan dan perilaku orang luar seperti berfoya-foya, berpesta, berlomba-lomba  memiliki barang-barang mewah, dan lain sebagainya itu dapat menurunkan kesadaran masyarakat akan lingkungann sekitar karena dengan mengikuti tren yang telah mengglobal ini membutuhkan dana yang lumayan besar apalagi tren global tersebut telah sampai di pelosok-pelosok desa jadi dengan cara instan mereka mengeksploitasi lingkungan sekitar mereka misalnya penggundulan hutan. Jadi untuk mengatasinya perlu adanya pendekatan rohani mengenai syariat-syariat agamanya.
Ada beberapa gaya hidup yang di masyarakat yang dapat memperparah rusaknya lingkungan hidup yaitu :
1.      Gaya hidup yang menekankan pada kenikmatan, foya-foya, berpesta pora (hedonisme).
2.      Gaya hidup yang mementingkan materi (materialisme).
3.      Gaya hidup yang konsumtif (konsumerisme).
4.      Gaya hidup sekuler atau yang mengutamakan keduniaan (sekularisme).
5.      Gaya hidup yang mementingkan diri sendiri (individualisme).
Ada beberapa hal yang seyogianya mendapat perhatian serius, antara lain:
a.       Rendahnya kesadaran masyarakat akan lingkungan
Di era yang globalisasi seperti sekarang, pertumbuhan dan pembangunan semakin kian nampak megah dan terlihat sangat modern. Namun di balik kemegahan dan kemodernan bangunan-bangunan tersebut terdapat sebuah masalah yang kian hari dampaknya dapat kita rasakan seperti pengrusakan lingkungan.
Masyarakat di zaman ini semakin tidak mementingkan lingkungan seperti yang dapat kita amati sebagaimana bangunan-bangunan besar seperti hotel  banyak menggunakan kaca untuk memperindah hotelnya serta memasang AC di tiap sudut hotelnya, padahal sudah kita ketahui tindakan-tindakan tersebut dapat memicu pemanasan global dan apabila itu terus di lakukan dengan skala yang besar dapat berdampak buruk kepada kita kedepannya. Seperti apabila sampai lapisan ozon itu berlubang dapat menyebabkan sinar ultraviolet masuk ke dalam bumi dan akan menyebabkan radiasi. Serta sekarang semakin marak penggundulan hutan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang semakin membuat udara di Indonesia  panas. Jadi perlu adanya kesadaran lingkungan dari tiap-tiap individu untuk saling berkomitmen menjaga lingkungan demi kelangsungan manusia sekarang dan untuk kedepannya. 
b.      Tidak tegasnya pemerintah melaksanakan peraturan dan atau belum lengkapnya perangkat perundang-undangan.
Pemerintah tikak cakap dalam mengatasi hal-hal yang dianggap penting dalam menjalankan pemerintahan ini, misalnya saja dalam hal penegakan hukum, pemerintah tidak membuat undang-undang mengenai suatu permasalahan yang dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari sebelum terjadi suatu kejadian itu di masyarakat. Seharusnya pemerintah lebih tegas dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, jangan menunggu peristiwa terjadi baru membuat undang-undang.
Tidak lengkapnya peraturan perundang-undangan di dalam pemerintahan membuat masyarakat semakin bertindak semaunya sendiri, mereka tidak terlalu menghiraikanundang-undang yang berlaku, karena pemerintahnya sendiri juga tidak tegas dalam menykapinya. Termasuk dalam masalah menjaga kebersihan lingkungan, seharusnya pemerintah membuat peraturan mengenai peraturan akan kesadaran terhadap lingkungan. Atau misalnya saja diwajibkan untuk kerja bakti setiap minggu sekali sekitar tempat tinggalnya, atau juga dapat dibuat suatu perlombaan mengenai kebersihan lingkungan tempat tinggal sekitar agar masyarakat semakin giat dan rajin untuk membersihkan lingkungan sekitarnya.
c.       Perhatian dan usaha penanggulangan lingkungan.
Sebagai upaya untuk mengatasi masalah lingkunga diperlukan perhatian seluruh masyarakat, pemerintah, maupun swasta. Hal ini terkait dengan lingkungan itu sendiri yang melibatkan seluruh aspek kehidupan manusia tanpa mengenal batas, sehingga perlu dipelihara dan ditata. Betapapun melimpahnya sumber alam, tidakl hanya milik kita endiri, tetapi juga milik generasi mendatang, yaitu anak keturunan kita selanjutnya.
Sebagai bangsa yang memiliki rasa keagamaan yang kuat, kita harus dapat mensyukuri dan melindungi ciptaan Tuhan yang diberikan kepada kita, baik sebagai tanda ucapan terima kasih kepadaNya maupun untuk kita wariskan pada anak-cucu kita. Kita harus mengacu pada Pembukaan undand-undang dasar 1945, yang mengamanatkan antara lain agar kita ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang maknanya manusia tidak hanya bebas dari peperangan dan penindasan, tetapi terciptanya dunia yang damai dan serasi yang menjamin umat manusia hidup sejahtera lahir dan batin termasuk bebas dari pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Pada akhir-akhir ini disekitar tempat tinggal kita telah dibuat tempat sampah organik dan an-organik, kegunaannya yaitu sebagai pemisah antara sampah yang mudah hancur dan sampah yang tidak dapat dihancurkan oleh waktu. Dengan pemisahan tersebut juga dapat dilakukan proses penimbunan dan daur ulang, hasilnya akan dapat lebih cepat dilakukan sehingga mengurangi biaya. Di kota-kota kecil di daerah terpencil misalnya, anggota masyarakat seharusnya memiliki fasilitas daur ulang sendiri dan masing-masing bertanggung jawab untuk memisah limbah dan mengantarkannya ke instalasi untuk diproses. Sehingga masyaratnya tidak lagi beranggapan bahwa sampah merupakan suatu barang yang tidak terpakai dan harus di buang, mereka dapat memanfaatkan untuk didaur ulang, misalnya saja dibat untuk pupuk, pakan termak dan masih banyak lagi kegunaan lainnya.
Sebagai cara untuk menjaga kelestarian di bumi ini perlu digunakan dan diikuti prinsip mengurangi, memakai kembali, dan mendaur ulang dalam setiap aktivitas. Kalau hendak mengurangi pemakaian kantong plastik sewaktu berbelanja sebaiknya kita membawa sendiri tas, keranjang atau kantong plastik bekas dari rumah. Super market atau toko sebaiknya tidak mempergunakan kantong plastik secara berlebihan sebagai promosi, tetapi menggunakan kantong kertas yang mudah hancur.
Kebiasaan dan kesadaran membuang sampah pada tempatnya sebenarnya sudah sangat penting untuk dimasyarakatkan sehinga membudaya karena budaya peduli lingkungan telah merupakan jati diri suatu bangsa. Satu pengalaman yang berharga bagi penulis tatkala berada di Hunsville Texas USA. Penulis ditegur seseorang ketika tanpa sadar membuang sampah bekas bungkus kueh ke tanah. Walaupun cara menegurnya dengan santai, tetapi rasanya sangat membuat malu dan menyakitkan hati. Ternyata selain sanksi denda, hukuman berupa teguran dan cemohan masyarakat merupakan beban moral.
Kita juga perlu menjaga kelestarian sumber alam lainnya seperti pelestarian hutan mangrove di sepanjang pantai yang berfungsi ganda yaitu untuk mencegah erosi dan banjir serta menjaga habitat aneka hewan langka seperti monyet, reptil, dan persemaian berbagai jenis ikan dan udang.
secara bersama masyarakat dunia perlu waspada dengan menipisnya lapisan ozon yang berfungsi melindungi bumi dan seisinya dari pengaruh ultra violet sinar matahari yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit dan mengancam terjadinya pemanasan global.
Terbentuknya common interest seluruh lapisan masyarakat dan mengakui suatu ide dasar bahwa sistem alam atau sistem ekologis dan sistem ekonomi buatan manusia tak dapat dipandang secara terpisah-pisah, tetapi harus ditangani secara terpadu. Konsep penanganan lingkungan harus termasuk dalam konteks pembangunan atau yang disebut pembangunan berwawasan lingkungan.
d.      Peningkatan Kesadaran Lingkungan.
Peningkatan kesadaran lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai cara antara lain: Pendidikan dalam arti memberi arahan pada sistem nilai dan sikap hidup untuk mampu memelihara keseimbangan antara pemenuhan kepentingan pribadi, kepentingan lingkungan sosial, dan kepentingan alam. Kedua, memiliki solidaritas sosial dan solidaritas alam yang besar mengingat tindakan pribadi berpengaruh kepada lingkungan sosial dan lingkungan alam.
Kegiatan karya wisata di alam bebas merupakan salah satu program yang mendekatkan generasi muda dengan lingkungan, sekaligus cinta akan lingkungan yang serasi dan asri. Pendidikan lingkungan secara informal dalam keluarga dapat dikaitkan dengan pembinaan disiplin pada anak-anak atas tanggung jawab dan kewajibannya dalam menata rumah dan pekarangan. Hal itu dapat menjadi kebiasaan yang baik kedepannya, karena itu semia akan menjadi kebiasaan yang akan dibawa sampai anak cucunya kelak.
e.       Partisipasi Kelompok-kelompok Masyarakat.
Agar lebih meningkatkan kesadaran lingkungan, mengajak partisipasi kelompok-kelompok masyarakat sangatlah penting termasuk tokoh-tokoh agama, pemuda, wanita, dan organisasi lain. Peranan wartawan untuk turut memberi penerangan dan penyuluhan bagi kelompok masyarakat serta media massa sangat besar untuk penyebaran informasi, terutama untuk memasyarakatkan Undang-Undang Lingkungan Hidup dengan segala aspek yang berkaitan.
Partisipasi seorang wanita juga sangat penting, karena sehari-hari dalam pemeliharaan lingkungan terutama dalam lingkungan keluarga adalah wanita atau ibu rumah tangga yang biasanya berperan sebagai pemimpin dalam bersih-bersih, dan juga sebagian waktunya tinggal di rumah. Oleh karena itu peranan organisasi-organisasi wanita sangatlah besar untuk mendorong kesadaran masyarakat dan keluarga melalui anggotanya.
Peranan para pemuda juga sangat penting sebagai generasi penerus yang akan mewarisi lingkungan hidup yang baik. Diharapkan masyarakat akan mendorong adanya pelopor dalam lingkungan hidup yang lahir dari kalangan generasi muda sehingga pembangunan yang berkelanjutan ini sejalan pula dengan terpeliharanya kelestarian lingkungan. Jika pemudanya sudah dapaat menjaga kelestarian alam sekitarnya, maka sudah pasti lingkungannya pun akan selalu asri dan nyaman untuk ditinggali.
4.2 CARA MENYIKAPI DAN MENINGKATKAN KESADARAN MANUSIA TERHADAP  LINGKUNGAN
Walaupun diharapkan agar setiap orang peduli akan lingkungan, namun kenyataannya masih banyak manusia yang belum sadar akan makna lingkungan itu sendiri. Oleh karena itu kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peranan lingkungan hidup perlu terus ditingkatkan melalui penyuluhan, penerangan, pendidikan,  penegakan hukum disertai pemberian rangsangan atau motivasi atas peran aktif masyarakat menjaga lingkungan hidup seperti adanya lomba kebersihan lingkungan antar desa dengan sebuah hadiah  untuk memotivasi atau lain sebagainya.
Peningkatan kesadaran lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai cara misalnya dengan adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang lingkungan hidup, manfaat serta pengolahan lingkungan hidup, mengembalikan pikiran serta perilaku kita kembali bercermin kepada syariat agama Islam, pemerintah harus tegas menindak pelaku-pelaku pengerusakan lingkungan agar dapat menimbulkan efek jera kepada pelakunya, dan lain sebagainya. Selain itu berbagai langkah kebijaksanaan penting sebagai berikut :
a.        Pengembangan daerah pesisir.
b.      Perlindungan dan pembinaan alam.
c.       Pengelolaan tata ruang.
d.      Pengembangan lingkungan pemukiman perkotaan yang seimbang bagi pengembangan lingkungan pemukiman di pedesaan, perkotaan, dan di wilayah transmigrasi.
e.       Pengelolaan perubahan kualitar lingkungan.
f.       Pengembangan upaya penunjang.[13]
`Indonesia senagai peserta aktif KTT-Bumi tahun 1992 di Rio De Jainero Brasil, menyepakati dan turut mengesahkan “ PROGRAM Aksi Agenda 21”, yaitu program kerja di bidang lingkungan hidup dan menjamin berlangsungnya pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan pada abad 21.
 Di dalam Al-Qur’an juga di jelaskan bahwa Allah telah menurunkan bumi untuk manusia dan manusia sebagai pengelolahnya. Jadi apabila manusia memanfaatkannya dengan benar maka manusia akan mendapatkan pula manfaat dari lingkungan tersebut/alam sekitar, sebaliknya jika manusia mengolah/memanfatkan lingkungan sekitar dengan cara yang salah seperti mengeksploitasi lingkungan dengan cara yang tidak wajar maka dampak buruk yang akan kita terima. Kita sebagai makhluk ciptaan tuhan yang mempunyai kelebihan di bandingkan makhluk ciptaan tuhan yang lainnya yaitu memiliki akal yang dapat di pergunakan untuk menganalisis suatu hal itu salah ataukah benar. Jadi kita dapt menilai tindakan kita kepada lingkungan itu sudah benar atau masih harus kita perbaiki lagi karena di mulai dari dalam diri kitalaah yang dapat menumbuhkan sikap sadar atau peduli terhadap lingkungan.
 Manusia mempunyai hubungan timbal balik  terhadap lingkungan, manusia dapat mempengaruhi lingkungan namun ia juga dapat di pengaruhi oleh lingkungan. Manusia tidak akan dapat bertahan hidup tanpa adanya lingkungan alam sekitar, juga seperti halnya manusia, lingkungan alam seperti tumbuh-tumbuhan,binatang, makhluk lainnya juga membutuhkan manusia untuk pertumbuhannya. Hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungan itulah yang dapat membuat keseimbang ekosistem tidak rusak. Setiap manusia sadar bahwa mereka adalah bagian dari lingkungan dan harus menjaga dan melestarikan lingkungan hidupnya namun penyimpangan kepada lingkungan hidup masih kerap terjadi. Oleh karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus mulai dari diri sendiri untuk lebih sadar menghargai lingkungan hidup sekitar karena mereka sama-sama makhluk ciptaan Tuhan yang di ciptaan dengan mempunyai manfaat dan kelebihan tersendiri yang juga bermanfaat untuk kita untuk mempertahankan kelangsungan hidup kita.
Di mulai dari hal terkecil untuk menjaga lingkungan dapat kita lakukan seperti menyapu halaman, membersihkan saluran air, dan memisahkan sampah non-organik dengan sampah organik agar dapat di olah kembali menjadi pupuk sehingga sampah yang di hasilkan dari limbah rumah tangga dapat berkurang. Kemudian dapat kita lanjutkan dengan sesuatu hal yang bisa di katakan besar seperti kita membuat program penanaman pohon di daerah-daerah perkotaan dan di samping-samping jalan agar gas karbon monoksida dapat di minimalisir dengan adanya pepohonan. Sesuatu hal yang di lakukan secara terus menerus akan menjadi suatu kebiasaan, kebiasaan yang buruk misalnya dengan tidak menghargai lingkungan seperti membuang sampah di sembarang tempat dapat kita ubah menjadi sebuah kebiasaan yang baik untuk menjaga lingkungan misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya apalagi sampah plastik yang sukar terurai.


BAB 5
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
            Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Kegiatan manusia sadar lingkungan perlu ditingkatkan. Masalah utama yang menonjol adalah hubungan antara manusia dalam mencari kehidupan maupun dalam meneruskan keturunannya, dapat menimbulkan masalah kelestarian sumber daya yaitu kerusakan yang timbul akibat ulah manusia itu.
Faktor yang mempengaruhi kesadaran lingkungan.
a. Faktor ketidatahuan
b. Faktor kemiskinan
c. Faktor kemanusiaan
d. Faktor gaya hidup
Jadi peranan para pemuda juga sangat penting sebagai generasi penerus yang akan mewarisi lingkungan hidup yang baik. Diharapkan masyarakat akan mendorong adanya pelopor dalam lingkungan hidup yang lahir dari kalangan generasi muda sehingga pembangunan yang berkelanjutan ini sejalan pula dengan terpeliharanya kelestarian lingkungan. Jika pemudanya sudah dapaat menjaga kelestarian alam sekitarnya, maka sudah pasti lingkungannya pun akan selalu asri dan nyaman untuk ditinggali.

5.2 SARAN
Marilah kita memperbaiki perilaku kita yang kurang sadar akan pentingnya lingkungan  menjadi perilaku yang baru yaitu perilaku peduli atau sadar lingkungan. Kita tidak usah saling menyalahkan, tetapi evaluasi diri sendiri dan mempunyai keinginan untuk mulai berubah untuk sadar lingkungan. Oleh Karena itu untuk peduli atau sadar lingkungan, hendaknya kembali kepada ajaran agama masing-masing.
Penulis sangat berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini berguna bagi penulis dan juga para pembaca pada umumnya.












DAFTAR PUSTAKA
Neolaka, Amos (2008). Kesadaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta
Saragih, Sitorus.S (1983). Bunga Rampai Lingkunga Hidup. Jakarta: Usaha Nasional, Surabaya-Indonesia


[1]  Joseph Murphy (1998) tentang kesadaran
[2]  Emil Salim (1982) tentang kesadaran lingkungan
[3]  Kamus Umum Bahasa Indonesia, Poerwadarminto(1976)
[4] Dalam Ensiklopedia Indonesia(1983),
[5] Lawrence Hamilton, ahli ekologi
[6] QS, Surat HUD:6

[7] QS, Surat Al-A’raf :85
[8]  Joseph Murphy (1998) tentang kesadaran
[9]  Emil Salim (1982) tentang kesadaran lingkungan
[10]  Kamus Umum Bahasa Indonesia, Poerwadarminto(1976)
[11] Dalam Ensiklopedia Indonesia(1983),
[12] Undang Undang No. 23 Tahun 1997
[13] Menurut Mohamad Soerjani (1985)